Kontak antara Australia dan Asia (Makassar) sudah ada sebelum pemukiman Eropa. Dari setidaknya tahun 1700 hingga 1907, ratusan nelayan berlayar setiap tahun dari Makassar di pulau Sulawesi (sekarang Indonesia) ke pantai Arnhem Land, daerah yang mereka sebut Marege.

Orang Makassar di Viktoria

Makasar berdagang dengan orang Aborigin untuk teripang, yang mereka rebus, keringkan di atas kapal mereka dan diperdagangkan dengan Cina yang masih digunakan untuk makanan dan obat-obatan.

Orang Makasar tidak menetap di Arnhem Land tetapi mereka memiliki pengaruh pada masyarakat dan ritual masyarakat Yolŋu.

Perdagangan dan transformasi

Bulan-bulan yang dihabiskan orang Makassar untuk memanen di perairan pesisir Australia utara adalah bulan-bulan yang sibuk. Nelayan menombak teripang dari praus (perahu) mereka atau menyelam untuk menancapkannya dengan tombak.

Makassan Praus

Di pantai, teripang dikupas dan direbus dalam air laut dalam kuali besi, kemudian dikubur di pasir panas hingga dingin perlahan. Setelah beberapa waktu, mereka menggalinya dan kulit kapur mereka (teripang) hanyut dengan air garam.

Terakhir, teripang dijemur atau diasapi di atas api kecil di gubuk-gubuk sementara yang terbuat dari bambu dan tikar.

Kemudian, setiap bulan April, ketika angin muson mulai bertiup, para nelayan berangkat, kembali ke Makassar dengan palka palka kapal mereka membawa teripang untuk diperdagangkan ke utara yaitu ke Cina.

Pengaruh pada masyarakat dan ritual Yolŋu

Orang Makasar tidak menetap di Arnhem Land tetapi mereka memiliki pengaruh pada masyarakat dan ritual Yolŋu. Mereka memperkenalkan belacu, tembakau dan pipa rokok, dan kata-kata yang masih digunakan sampai sekarang, seperti rrupia (uang).

Yang terpenting, mereka memperkenalkan item teknologi yang mengubah kehidupan Yolŋu. Bilah logam, pisau, dan kapak yang membuat praktik sehari-hari lebih mudah bagi Yolŋu, mulai dari memotong makanan hingga membuat kano ruang istirahat besar dan patung kayu yang rumit.

Berdagang dengan Cina

Di Cina, teripang dianggap sebagai kenikmatan kuliner dan afrodisiak.

Afrodisiak berasal dari nama Aphrodite, dewi Yunani lambang kecantikan dan seksualitas, afrodisiak merupakan jenis makanan atau minuman yang diklaim dapat meningkatkan gairah seksual seseorang. Sebelum Viagra, bahan-bahan natural yang bersifat afrodisiak sudah lebih dulu ada.

Jaman dahulu, jenis makanan yang disebut sebagai afrodisiak biasanya memiliki tekstur dan bentuk yang menyerupai alat genital. Akar tanaman mandrake misalnya, ditengarai dapat meningkatkan kesuburan wanita karena bentuknya yang menyerupai paha wanita.

Kerang juga dikenal sebagai afrodisiak karena bentuk dan tekstrunya yang menyerupai vagina.

Meskipun belum semuanya dapat dibuktikan secara ilmiah, sebagian orang percaya bahwa beberapa jenis makanan dapat meningkatkan gairah dan fungsi seksual.

Pada pertengahan abad ke-19 armada dari Makassar yang mengunjungi Arnhem Land setiap tahun memasok sekitar 900 ton teripang – sekitar sepertiga dari permintaan Cina.

Pada akhir abad ke-19 kunjungan dari Makassar ke Australia utara untuk mengumpulkan teripang menurun.

Setelah tahun 1901, Pemerintah Australia yang baru dibentuk melarang teripang dari Makassar untuk melindungi ‘integritas teritorial’ Australia dan untuk mendorong industri teripang lokal. Pada tahun 1907 prau terakhir dari Makassar mengunjungi Arnhem Land.

Sumber : National Museum Australia

Contributor
Comments to: Sebelum Eropa, Makassar Telah Mendarat di Australia

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: