Jepang Menyerah, Terpuruk, dan Berjaya
Kaisar Hirohito

Peristiwa menyerahnya Jepang kepada sekutu pada 14 Agustus 1945 menandai berakhirnya Perang Dunia II, perang yang sangat mengerikan dalam peradaban manusia di dunia. Peristiwa menyerahnya Jepang tersebut merupakan bentuk kekalahan yang dialami Jepang pada Perang Dunia II yang menyebabkan Jepang kehilangan kedaulatan negaranya. Hal ini membuat Jepang dikuasai dan diduduki oleh sekutu.

Jepang menyerah beserta kronologinya

1. Deklarasi Postdam

Berdasarkan Deklarasi Postdam, sekutu berhak menduduki Jepang dalam waktu yang tidak ditentukan hingga tujuan dari deklarasi tersebut tercapai. Di dalam Deklarasi Postdam terdapat 13 pasal untuk menetapkan syarat-syarat penyerahan Jepang. Deklarasi tersebut merupakan ultimatum yang diberikan sekutu kepada Jepang untuk mengakhiri perang.

2. Jepang Ngeyel

Di dalam menanggapi ultimatum tersebut terjadi perdebatan diantara Jenderal Aya Anami, Perdana Menteri Suzuki, Menteri Luar Negeri Shigenori Togo, Jenderal Umezu, Admiral Sadajiro Toyoda dan Laksamana Yonai. Mereka terlibat dalam adu argumentasi mengenai menanggapi seruan sekutu tersebut di dalam pertemuan Dewan Tertinggi 2 Universitas Darma Persada Jepang pada 28 Juli 1945. Dari pertemuan tersebut disepakati bahwa Jepang tidak akan menaggapi seruan sekutu tersebut. Perdana Menteri Suzuki di depan radio militer Jepang menyatakan bahwa Deklarasi Postdam hanyalah bentuk lain dari Deklarasi Kairo, jadi tidak perlu ditanggapi.

3. Jepang di Bom

Atas dasar sikap Jepang tersebut lah Amerika Serikat menjatuhkan bom di Hiroshima dan Nagasaki masing-masing pada 6 dan 9 agustus 1945. Kemudian dengan pernyataan perang dari Uni Soviet semakin menambah beban Jepang dan menjadi pukulan berat bagi Jepang untuk segara mengakhiri perang. Akhirnya pada 14 Agustus 1945 Jepang menyatakan menyerah tanpa syarat kepada sekutu dan menerima Deklarasi Postdam. Hal tersebut perlu dilakukan agar terhindar dari penghancuran secara besar-besaran yang akan dilakukan oleh sekutu. Keesokan harinya, melalui siaran radio, Kaisar Hirohito mengumumkan kepada seluruh rakyat Jepang bahwa perang telah berakhir.

4. Pasca Pengeboman

Pasca pengeboman yang dilakukan oleh Amerika Serikat, sekutu tidak mendatangi Jepang selama dua minggu, hal ini dilakukan sekutu untuk membiarkan Jepang merasakan efek dari pengeboman tersebut. Dua minggu kemudian, tepatnya pada 30 Agustus 1945 sekutu kembali mendatangi Jepang bersama dengan Angkatan Udara Amerika dan juga bersama sosok baru yang angkuh dan berwibawa tiba di bandara Atsugi dekat Yokohama (Dower, 1999:40).

Douglas MacArthur
Douglas MacArthur

Sosok baru tersebut adalah Jenderal Douglas MacArthur, Jenderal yang ditunjuk Presiden Harry S. Truman menjadi Panglima Tertinggi Pasukan Sekutu (SCAP). Sejak saat itu dimulailah masa pendudukan sekutu. Kemudian pada 2 September 1945 MacArthur sebagai perwakilan dari pasukan sekutu bersama perwakilan dari pemerintah Jepang melaksanakan upacara penyerahan dan menandatangani dokumen penyerahan. Upacara penyerahan tersebut dilaksanakan diatas kapal perang Amerika Missouri yang berlabuh di teluk Tokyo. Dengan ditandatanganinya dokumen penyerahan tersebut, maka secara resmi perang telah berakhir.

5. Akibat Kekalahan

Dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu, maka sekutu menggantikan peran pemerintah Jepang sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di Jepang serta menjalankan pemerintahan di Jepang dengan kebijakan-kebijakan yang berasal dari pemerintahan pendudukan sekutu. Hal ini membuat Jepang tidak lagi memiliki kedaulatan untuk menjalankan pemerintahan sendiri tanpa intervensi dari pihak sekutu. Tujuan utama sekutu menduduki Jepang adalah untuk melaksanakan kebijakan pendudukan berdasarkan isi pasal 9 dan 10 dari Deklarasi Postdam tentang demiliterisasi dan demokratisasi.

Dengan adanya agenda demiliterisasi, dan demokratisasi tersebut, dimulailah pelaksanaan reformasi di Jepang dalam berbagai bidang seperti bidang politik, sosial dan ekonomi oleh pihak sekutu. Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II jelas mempengaruhi kondisi perekonomian Jepang saat itu. Perekonomian Jepang pasca Perang Dunia II menjadi semakin parah ditandai dengan bertambahnya pengangguran dalam skala yang besar, penurunan produksi, persediaan pangan yang tidak mencukupi, inflasi yang parah hingga munculnya pasar gelap di Jepang. Masalah-masalah tersebut menyebabkan kondisi dan situasi di dalam negeri Jepang menjadi kacau balau dan sulit untuk dikendalikan oleh pemerintah Jepang.

6. Awal Pendudukan Sekutu

Pada awal pendudukan sekutu, kebijakan yang disampaikan SCAP masih berdasarkan tujuan utama dari Dekalarasi Postdam yakni berpusat pada demiliterisasi dan demokratisasi. Kemudian, kebijakan ekonomi yang diinstruksikan pun bertujuan untuk mendukung demiliterisasi dan demokratisasi. Pada masa itu bidang ekonomi belum menjadi prioritas utama dalam kebijakan yang diambil oleh SCAP.

Namun dikarenakan kondisi perekonomian Jepang yang hancur dan banyaknya masalah yang terjadi pasca perang menyebabkan pelaksanaan tujuan utama dari Deklarasi Postdam menjadi terhambat. Selain itu kebijakan sekutu di Jepang pun sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi politik internasional seperti Perang Dingin, Komunisme Cina, dan Perang Korea, 4 Universitas Darma Persada maka pemerintah Amerika Serikat merubah arah kebijakan ekonomi sekutu untuk Jepang. Arah kebijakan sekutu tersebut lebih ditujukan untuk mendukung penuh pembangunan kembali perekonomian Jepang.

Sejak saat itulah Amerika Serikat menjadikan Jepang sebagai sekutunya di Asia untuk membendung pengaruh komunis.

Comments to: Jepang Menyerah, Terpuruk, dan Berjaya

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: